Minggu, 28 Juni 2020

KANDUNGAN BUAH ALPUKAT DAN MADU UNTUK RAMBUT RONTOK


Haloo guysss.. Buwung apa tuh hehehe

PENDAHULUAN
Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk memberikan kehangatan, perlindungan, rambut juga untuk keindahan dan penunjang penampilan. Rambut sehat memiliki ciri-ciri tebal, berwarna hitam, berkilau, tidak kusut dan tidak rontok menjadi kebutuhan semua orang. Namun demikian tidak semua orang dapat memiliki rambut sehat, karena dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat menyebabkan rambut menjadi tidak sehat (Rostamailis, 2009:15).
Rambut yang tidak sehat memiliki ciri tertentu. Ciriciri tersebut antara lain rambut kusam/tidak berkilau, rambut kusut/sulit diatur, rambut berminyak, rambut beruban bagi orang lanjut usia maupun bagi orang yang berusia masih muda, rambut bercabang, rambut mudah patah, dan rontok berlebihan. Ciri rambut tidak sehat yang tidak diharapkan oleh kebanyakan orang yaitu rambut rontok. Menurut Kartiasih (2011), survey yang dilakukan oleh jurnal nasional mendapatkan sebanyak 36 persen wanita dan 16 persen pria di Indonesia mengalami dan tidak mengharapkan masalah kerontokan rambut. Rambut rontok merupakan fase alami yang pasti terjadi pada semua orang, karena rambut memiliki siklus. Siklus pertumbuhan rambut normal terdiri atas tiga fase, yaitu fase pertumbuhan (anagen), fase istirahat (katagen), fase rontok (telogen) (Bariqina, 2001:12).
Rata-rata orang kehilangan 50-100 helai rambut setiap hari karena rontok, tetapi hampir semua rambut yang rontok akan tumbuh kembali dan berganti dengan rambut yang baru. Namun demikian, apabila kerontokan rambut lebih dari 100 helai per hari dan terjadi terus menerus, maka hal tersebut merupakan ciri rambut tidak sehat (Ide,2011).
Kerontokan rambut dapat dicegah melalui pengobatan dari luar dan dari dalam. Pengobatan dari dalam dapat dilakukan melalui pengkonsumsian obat dan injeksi untuk menghentikan kerontokan rambut, serta membantu mempercepat penumbuhan atau mengembalikan rambut yang hilang di kepala. Pengobatan dari luar dapat dilakukan dengan cara terapi topikal menggunakan salep/larutan atau menggunakan kosmetik perawatan rambut untuk menyuburkan rambut serta mengatasi kerontokan rambut (Ide, 2011).
Madu mengandung pinocembrin. Pinocembrin merupakan antioksidan yang penting bagi kesehatan rambut, karena antioksidan mampu meremajakan dan memperbaiki sel-sel rambut yang rusak, menghasilkan jaringan kulit yang kondusif untuk pertumbuhan rambut, dan memperlancar sirkulasi darah yang diperlukan untuk 228 rambut, sehingga rambut menjadi kuat dan tidak kusam
(Anggraini, 2010).
ISI
Madu adalah suatu cairan kental, berasa manis dan lezat bewarna kuning
terang atau kuning tua keemasan yang dihasilkan oleh lebah. Madu umumnya
terbuat dari nektar yakni cairan manis yang terdapat di dalam mahkota bunga
yang dihisap oleh lebah kemudian dikumpulkan dan disimpan didalam sarangnya untuk diolah menjadi madu (Purbaya, 2002)
Madu berkhasiat bagi kesehatan, seperti mengatasi kerontokan rambut. Kandungan penting dalam madu adalah anti oksidan yang efektif dapat meminimalisasi pengaruh buruk radikal bebas dan memberikan manfaat kecantikan dan kesehatan kulit. Kandungan antioksidan madu sangat tinggi, yaitu pinocembrin. Antioksidan penting bagi kesehatan rambut, karena antioksidan mampu meremajakan dan memperbaiki sel-sel rambut yang rusak, menghasilkan jaringan kulit yang kondusif untuk pertumbuhan rambut, serta memperlancar sirkulasi darah yang diperlukan untuk rambut, sehingga rambut menjadi kuat dan tidak kusam.
Madu merupakan salah satu sumber makanan yang baik. Asam amino,
karbohidrat, protein dan beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi
dalam madu yang mudah diserap oleh sel-sel tubuh. Sejumlah mineral yang
terdapat dalam madu seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur,
6 besi dan fosfat (Suriawiria, 2000). Madu juga mengandung vitamin, seperti
vitamin E dan vitamin C serta vitamin B1, B2 dan B6 (Winarno, 1982).
Madu memiliki manfaat dalam berbagai aspek, antara lain dibidang
kosmetika, madu banyak digunakan baik dalam bentuk sabun, penyegar dan
masker wajah. Madu dapat membersihkan kulit mencegah jerawat dan memberinya nutrisi yang dibutuhkan (Prasko, 2011). Selain itu, dari segi
kesehatan, madu sering digunakan untuk obat-obatan. Madu merupakan salah satu
obat tradisional tertua yang dianggap penting untuk penyembuhan penyakit
pernafasan, infeksi saluran pencernaan dan bermacam-macam penyakit lainnya.
Dari segi kecantikan, madu dapat pula digunakan untuk menghaluskan kulit, serta pertumbuhan rambut (Purbaya, 2002).
Buah alpukat adalah buah hijau yang berbentuk seperti bohlam lampu.Kandungan lemak yang cukup tinggi menjadikan alpukat banyak dicari.Lemak alpukat tergolong lemak baik karena didominasi asam lemak tak jenuh tunggal. Kandungan lemak yang cukup tinggi dapat menurunkan berat badan, terutama pada pasien Hipertensi yang mengalami obesitas (Rahman 2012)
Kandungan penting dalam buah alpukat adalah asam oleat. Asam oleat dapat memperlambat kerontokan dan mempercepat pertumbuhan rambut. Asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang bersifat antioksidan kuat. Kandungan asam lemak tunggal dan protein yang tinggi pada alpukat berkhasiat untuk pertumbuhan rambut, sehingga rambut tumbuh subur dengan berkilau. Selain itu antioksidan dalam alpukat dapat melindungi rambut dari ancaman produk perawatan rambut berbahan kimia, polusi dan rambut yang rusak karena gizi buruk. Buah alpukat dapat dijadikan bahan aktif hair tonic dengan cara diekstrak, salah satu cara mengekstrak buah alpukat adalah dengan menggunakan ekstraksi pelarut sehingga menghasilkan ekstrak buah alpukat.
Penyebab kerontokan rambut beraneka ragam, digolongkan menjadi endogen yaitu akibat penyakit sistemik, hormonal, status gizi, intoksikasi, maupun kelainan genetik; dan eksogen yaitu berupa stimulus dari lingkungan, maupun kosmetik rambut. Stimulus lingkungan dan juga kosmetik rambut sering tidak disadari dampaknya terhadap kesehatan rambut.11 Stimulus dari lingkungan berupa paparan panas, sinar matahari, tekanan, radiasi sinar X dan air pada rambut, sedangkan kosmetik rambut merujuk pada perawatan dan penataan rambut seperti shampo, pengeriting, pelurus, pewarna, pemudar warna, serta model tatanan rambut.
Kesimpulan
Dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Madu berkhasiat bagi kesehatan, seperti mengatasi kerontokan rambut. Kandungan penting dalam madu adalah anti oksidan yang efektif dapat meminimalisasi pengaruh buruk radikal bebas dan memberikan manfaat kecantikan dan kesehatan kulit. Kandungan antioksidan madu sangat tinggi, yaitu pinocembrin. Antioksidan penting bagi kesehatan rambut, karena antioksidan mampu meremajakan dan memperbaiki sel-sel rambut yang rusak, menghasilkan jaringan kulit yang kondusif untuk pertumbuhan rambut, serta memperlancar sirkulasi darah yang diperlukan untuk rambut, sehingga rambut menjadi kuat dan tidak kusam.
2. Kandungan penting dalam buah alpukat adalah asam oleat. Asam oleat dapat memperlambat kerontokan dan mempercepat pertumbuhan rambut. Asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang bersifat antioksidan kuat.
3. Penyebab kerontokan rambut beraneka ragam, digolongkan menjadi endogen yaitu akibat penyakit sistemik, hormonal, status gizi, intoksikasi, maupun kelainan genetik; dan eksogen yaitu berupa stimulus dari lingkungan, maupun kosmetik rambut. Stimulus lingkungan dan juga kosmetik rambut sering tidak disadari dampaknya terhadap kesehatan rambut.
Saran
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan hair tonic ekstrak buah alpukat dan madu, yaitu:
1. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melakukan uji coba penggunaan produk hair tonic ekstrak buah alpukat dan madu pada hewan uji coba (tikus)  untuk mengetahui efektivitas produk
2. Sifat fisik ekstrak buah alpukat yang berminyak perlu di minimalisasi untuk kenyamanan penggunaan.
3. Hair tonic ekstrak buah alpukat dan madu perlu adanya pengembangan dalam segi warna, aroma, serta pengemasan agar dapat diterima di lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Dewi. 2010. Perancangan Komunikasi Virtual Kemasan Nusilk PT Pusaka Tradisi Ibu. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: BINUS
Bariqina, Endang, and Zahida Ideawati. "Perawatan & Penataan Rambut." (2001): 1-4.
Ide, Pangkalan. 2011. Mencegah Kebotakan Dini. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Purbaya, J. R. (2002). Mengenal dan Memanfaatkan Khasiat Madu. Penerbit PT. Pionir Jaya. Bandung.
Rahman, Shahrul. 2012. “Studi Pendahuluan Pengaruh Alpukat Terhadap Profil Lemak Di Poli Penyakit Dalam Klinik Iman.” Artikel Penelitian: 1–9.
Rostamailis, dkk (2009). Tata Kecantikan Rambut Jilid 2, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departement Pendidikan Nasional.
Winarno, F. G. 1982. Madu: Teknologi Khasiat dan Analisa. Jakarta: Ghalia
Indonesia.

3 komentar: